A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

This is default featured post 5 title

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

A_soy For Ever

Foto-foto dari kelas VII A SMP Negeri 2 Klaten tahun pelajaran 2010/2011.

Nyontek Budaya Yang Harus Diberantas


Setiap hari, belajar, belajar, dan terus saja belajar yang ia lakukan. Ia selalu memperhatikan setiap materi yang diberikan oleh guru dengan sungguh-sungguh. Hmmm… tapi mengapa peringkatnya selalu rendah dibandingkan teman-temannya yang tidak belajar? Apa karena IQ mereka lebih tinggi? Tapi bagaimana kalau tidak? Atau ada mbah dukun yang bantuin? Enggak lah yaw,,, secara, jaman udah maju gini, kok… lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Ini fakta, realita dalam kehidupan seorang pelajar. Budaya nyo N tek ini semakin mewabah dikalangan pelajar. Bahkan semua kalangan kini membudayakan hal tersebut. Zaman sekarang ini, apa sih yang enggak? Semua tuh dilakukan demi sebuah ambisi. Apa itu yang dinamakan keadilan?

Lalu bagaimana???

Di masa-masa remaja yang rentan akan pengaruh negatif, virus nyontek lebih mudah tertular. Maka dari itu, minum obat anti Nyo ‘n tek dulu. Pertama, niat dulu, dan seharusnya kita sadar, budaya menyontek adalah budaya yang tidak baik, sebab kalau terbilang ‘pandai’, apalah gunanya kalau tidak mengerti? Bukannya itu juga mengambil hak orang lain? Sebenarnya kita bisa, kok membatasi diri agar tidak menyontek. Kedua, makan obatnya dengan cara belajar dan terus belajar. Ketiga, kita harus jujur nih, dalam mengerjakan tes. Nah, dengan itu, bukankah kalian dapat lega, mengetahui batas kemampuan kalian sendiri?

“Aduh, kenapa harus diberantas? Ntar nilaiku jelek, donk…”

OMG, kita ini kan anak-anak sekolah, dan sekolah khususnya di SMP Negeri 2 Klaten tentu memiliki persaingan dalam hal nilai mata pelajaran. Kalau kita nyontek waktu ulangan ataupun ujian lainnya, bagaimana kita bias berkompetisi dan menunjukkan bahwa kita adalah anak yang terbaik?
Nilai jelek, mungkin adalah masalah besar bagi seorang pelajar, dan seharusnya ada perbaikan dengan nilai tersebut, dengan cara lebih giat belajar, mendengarkan penjelasan guru, dan masih banyak cara-cara kreatif lain yang bias ditemukan. Kita kan anak Indonesia yang kreatif dan memiliki banyak ide-ide positif. Betul?

So, ayolah kita menghindari budaya noy ‘n tek. Kita jadikan anak bangsa adalah anak-anak yang cinta kejujuran dan anti nyo ‘n tek. Capek deh, anak Indonesia kok nyontek…

Pesan : jadilah generasi muda yang jujur tanpa menyontek! Mari hapus budaya  menyontek dari daftar budaya anak bangsa!!!



Oleh : Pradina Anis Herganingtyas / 13

Membatasi Diri Dengan Video Game


Pada mulanya, video games atau sejenisnya diciptakan hanya sekadar untuk mengisi waktu luang misalnya sedang menggu, dan sebagainya. Karena itu, penempatannya pun hanya di pusat-pusat perbelanjaan atau di gedung-gedung bioskop dan pusat keramaian. Namun kenyataannya, kehadiran video games ini banyak disalahgunakan, misalnya saja didirikan di dekat sekolah dan di tempat-tempat yang kurang layak. Barangkali ini salah satu pencetus siswa membolos dari sekolahnya.

Permainan ini dimaksudkan untuk merangsang kecepatan bereaksi. Tapi parahnya, permainan itu mampu membuat siswa kecanduan. Dengan sendirinya siswa akan lupa belajar, makan, dan sebagainya. Ini tentu saja akan mengganggu fisik dan mental siswa. Dampak buruk yang bisa ditimbulkan akibat kecanduan permainan ini adalah melemahnya fisik dan psikis, tanpa disadari siswa. Rentetan berikutnya, menyebabkan siswa kekurangan energi dan melemahnya konsentrasi. Maka, jangan heran jika sewaktu-waktu nilai di rapor siswa menurun, dan tidak usah kaget bila tiba-tiba seorang siswa berubah jadi pemarah dan mudah tersinggung.

Video game adalah hasil alami dari komputer yang memiliki kemampuan tindakan di mana manusia dapat berpartisipasi di dalamnya. Kandungan atau tampilan yang terdapat pada berbagai media video game merupakan bagian dari ekologi umum yang berasal dari story telling media termasuk di dalamnya film, novel, buku dan komik. Pada video game pemain dapat membuat dunia permainan dengan menghasilkan karakter mereka sendiri, dimana mereka menciptakan dunia fiksi bagi cerita untuk ikut serta bermain di dalamnya, dan tindakan kita dalam permainan video game dapat memengaruhi tindakan kita di dunia nyata. Penyebab kegemaran bermain video game yang berlebih dapat dilihat dari faktor internal dan eksternal, seperti kepribadian dan situasional. Berkaitan dengan faktor internal video game saat ini jauh lebih membuat kecanduan. Permainan didesain untuk membuat pemainnya tetap menatap layar lebih lama lagi.


Pengaruh negatif terhadap fungsi fisik akibat main video game berlebihan antara lain menurunnya kondisi indera penglihatan, berat badan menurun, dan menghasilkan kebingungan antara kenyataan dan ilusi, juga relasi dengan sesama yang kurang dewasa. Dampak lain dari bermain video game antara lain dapat meningkatkan sikap agresivitas pemainnya karena pengaruh aksi - aksi kekerasan yang terbiasa disaksikan, menyebabkan antisosial dan ketegangan emosional siswa.

Oleh : Lathifah Nur Aini Rahmawati / 8

Aku Anak Di Zaman Teknologi Merajalela


Kubuka mataku yang masih berat ini. Kulangkahkan kakiku menuju jendela kamarku dan membukanya “ Huuuaaahhhh….. segarnya.” Ucapku seraya kuhirup dalam-dalam udara pagi yang sejuk menyegarkan itu. Aku berbalik kembali tapi…  Grubyak…. Aku terbentur pintu kamarku, dan setelah aku tersadar, ternyata aku hanya bermimpi tadi. Dan kini aku terbangun karna jatuh dari tempat tidur bukan karna terbentur pintu “ ya tuhan….. ternyata udara sejuk tadi cuma mimpi,” kataku sambil mengusap mataku. Lalu berjalan menuju jendela dan kubuka jendela itu sambil berharap yang terjadi  seperti di mimpiku tadi, tapi setelah kubuka jendela yang kudapati hanya orang-orang berlalu lalang sibuk dan ada hal janggal yang ku lihat, yaitu, sebagian besar dari mereka berjalan sambil memegang dan memainkan handphone. Ada juga beberapa orang yang duduk-duduk di taman kota sambil sibuk dengan laptop mereka sendiri.  “ sudahlah… sekarang kan memang jaman teknologi di mana-mana.” Kataku.


Aku langkahkan kakiku keluar dari kamarku. Saat melewati kamar kakakku, kulihat pintunya terbuka lalu aku menghampirinya ternyata kakakku sedang sibuk mendengarkan music sambil berFacebook ria, sampai-sampai tidak menyadari kehadiranku. “ kegiatan yang membosankan” komentarku, lalu pergi. Saat melewati ruang tamu kini giliran aku melihat ayahku sibuk di depan laptopnya. Wajahnya terlihat sangat serius mengerjakan pekerjaannya itu. Aku melanjutkan langkahku menuju dapur, kali ini aku melihat ibuku sibuk bertelfon ria dengan temannya. Ku dengar kalau mereka sedang membicarakan acara arisan nanti siang. Ku berjalan menuju ruang keluarga, dan disana aku meliahat adikku sedang bermain game dengan serunya tanpa mempedulikan sekelilingnya lagi.


Akhirnya aku kembali lagi ke kamarku. Kuhempaskan tubuhku ke tempat tidurku. Sungguh zaman ini dalah zaman teknologi, bukan zaman batu atau zaman logam lagi. Semuanya berbau teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi sudah ada dimana-mana dan untuk siapa saja. Tapi terkadang aku heran kenapa benda-benda tak bernyawa yang disebut “pintar” itu begitu menarik bagi kebanyakan orang. Sekarang berbagai pikiran-pikiran telah berlalu-lalang di otakku. Hidup di zaman ini sangat nyaman, kenapa nyaman?  Karena :



1. berkomunikasi mudah dan cepat


2. semua orang bisa melakukan berbagai hal dengan cepat, mudah dan praktis

3. dunia seakan semakin tiada batasnya lagi

4. dengan adanya teknologi bisa mempermudah berbagai aspek kehidupan mulai dari pendidikan, perdagangan, bisnis, pemerintahan bahkan sampai kesehatan.
Dan masih banyak keuntungan-keuntungan yang lain, yang patut kita syukuri. Tapi bila di lihat dari sisi lain, tak kalah banyak dampak negatifnya. Misalnya :



1. Maraknya pornografi


2. Munculnya berbagai kejahatan baru

3. Membuat anak menjadi malas, karna semua hal bisa dengan mudah dilakukan.

4. Membuat anak kecanduan bermain game yang tidak berguna.
Lalu sebaiknya aku gimana ya? Sebenarnya bukankah teknologi itu sangat berguna dan bermanfaat bagi manusia. Hanya tergantung saja dari bagaimana si pemakai memanfaatkannya. Sebaiknya diambil berbagai manfaat positifnya saja, jangan berlebih-lebihan, berhati-hati dan waspada pada kejahatan, menghindari hal-hal yang negative, gunakan teknologi untuk hal-hal yang benar. Dan yang pasti kita yang harus memanfaatkan teknologi bukan kita yang diperbudak teknologi. Jika sudah kecanduan teknologi, misalnya kecanduan bermain game, kita bisa seharian penuh bermain game tanpa bosan dan tentu itu tidak baik bagi kesehatan. Jadi gunakan teknologi dengan tepat.


Ya, itu tadi yang harus aku lakukan untuk menghadapi zaman teknologi ini. “ Hey…. Pagi-pagi ngelamun. Nggak baik tu.” Kata kakakku dengan tiba-tiba sehingga mebuyarkan lamunanku.
“ jalan-jalan ke taman kota yuk…. Mumpung lagi libur nih..” tawar kakakku.
“mmmm……. Ayo.” Jawabku
“ aku ganti baju dulu ya.” Kata kakakku, lalu berjalan ke kamarnya.
“ palingan nanti di taman aku juga Cuma lihat orang yang sibuk degan teknologi lagi…..” gumamku pelan. “ tapi aku hidup di zaman teknologi merajarela. Ya pemandangn itu yang harus kulihat.”



Oleh : Danesti Aulia Hastin / 3

Sejarah SMP Negeri 2 Klaten



SEJARAH SMP 2 KLATEN


1. Pada jaman Clashkedua sebagai markas tentara Belanda.

2. Gedung SMP Negeri 2 Klaten adalah bekasgedung sekolah Belanda (Shakol)dibangun oleh Pemerintah Belanda.

3. Pada tahun 1951/1952 untuk SMP Negeri 2 klaten sampai sekarang menjadi gedung SMP Negeri 2 Klaten.

4. Tanah milik departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan digunakan sebagai gedung SMP Negeri 2 Klaten dengan status hak pakai. Luas tanah 2.400 m2

5. Pada tanggal 26 September 1994 diterbitkan sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional Kab. Klaten Dengan No. : 530.3/352/1/5379/33/94. tanggal 4 Juli 1994.

Sejarah Kepala Sekolah


1. Bp. Kadiyo
2. Bp. Mara Supadi
3. Ibu Sutiyah Mara Supadi
4. Bp. Mangoen Soewondo
5. Bp. Agus Sutarno
6. Bp. Sumarno 1970 - 1976
7. Bp. Agus Sutarno 1976 - 1982
8. Bp. Sriyono, B.A 1982 - 1987
9. Bp. Sudharto, B.A 1987 - 1991
10. Bp. FX. Suparman 1991 - 1992
11. Ibu. Sulastri 1992 - 1995
12. Bp. Drs. Sutanto 1995 - 1996
13. Bp. H. Widodo, B.A 1996 - 1998
14. Bp. Drs. Hery Suwardi 1998 - 2001
15. Bp.H.Margono Noto .P, S.Pd 2001 - 2003
16. Bp. Drs. Djoko Basuki 2003 - 2008
17. Bp. Drs. H. Supriyanto, M.Pd Juli ’08 – Sep ‘08
18. Ibu Dra. Woro Subaningsih, M.Si Okt ’08 - Sekarang


SK Penetapan SSN/RSBI



1. Nilai ME SSN Tahun 2006 oleh Direktorat Pembinaan SMP = 343 predikat baik
2. SK Dirjen Dikdasmen Tentang Perluasan Sasaran Pelaksana Terbatas
3. Kurikulum Berbasis Kompetensi (kurikulum 2004) No. 327 a/C.C3/Kep/PP/2004 Tanggal 17 4. Juli 2004
5. SK SSN I No : 1147 A/C3/SK/2004 Tanggal 5 Juli 2004
6. SK SSN II No : 867a/C3/Kep/2006 Tanggal 13 Juni 2006 (lanjutan 2004 – 2005)
7. SK RSBI I No : 543/C3/Kep/2007 Tanggal 14 Maret 2007 (RSBI Th. 2006)
8. Surat Pernyataan Bupati Klaten tentang RSBI Th. 2007 tertanggal 23 Pebruari 2007

    Share

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites